23 Desember 2019

Penampakan Desain Ibu Kota Baru





Desain Ibu Kota baru. Liputan6.com/Athika Rahma
Sayembara ini akhirnya dimenangkan kelompok Nagara Rimba Nusa, berdasarkan hasil penilaian tim juri. Sementara pemenang kedua adalah The Infinite City sebagai juara II dan kelompok Seribu Galur sebagai juara III.

Kemudian adapula 5 pemenang sayembara desain terbaik yang dikategorikan menjadi juara harapan dan juara terbaik.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyambut positif pemilihan pemenang sayembara desain ibu kota baru ini. "Ini adalah sejarah baru. Ini bisa dikolaborasikan dan jadi karya yang lebih baik," ujar dia.
Berikut penampakan desain ibu kota baru dari para pemenang:
2 of 7

Juara I

Juara 1 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
Juara 1 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
Lima pemenang desain ibu kota baru ini berhasil menyisihkan 287 peserta lain dari tahap pengiriman karya hingga penilaian akhir. 
Daftar lengkap pemenang:
- Juara Harapan II: Banua Rakyat
- Juara Harapan I: Zamrud Khatulistiwa
- Juara III: Seribu Galur
- Juara II: The Infinite City
- Juara I: Nagara Rimba Nusa
3 of 7

Juara 2

Juara 2 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
Juara 2 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
4 of 7

Juara 3

Juara 3 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
Juara 3 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
5 of 7

Juara Harapan 1

Juara Harapan 1 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
Juara Harapan 1 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
6 of 7

Juara Harapan 2

Juara Harapan 2 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
Juara Harapan 2 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
Sumber: liputan6dotcom

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

BACA JUGA

11 Desember 2019

CIPLUKAN, Buah Mini Dijual dengan Harga Selangit? Ternyata ini Rahasianya


KBP - Ciplukan bagi anak-anak yang lahir era 90an di desa-desa merupakan buah alam yang bisa didapatkan dengan gratis. Buah dengan nama Physalis angulata ini bisa didapatkan secara gratis di berbagai tempat, terutama di kebun warga atau di area persawahan.

Namun siapa sangka dan siapa pula mengira, buah kecil ini sekarang memiliki nilai jual yang tinggi. Simak saja gambar cipluk yang sedang di jual di sebuah supermarket berikut ini:

Meski tidak ada keterangan di supermarket mana ciplukan itu dijual. Jelas dalam wadah tertulis dengan bahasa Indonesia dan dijual denga harga Rp 30.957 per bungkus dengan berat 60 gram per bungkusnya. Foto cipluk dengan bandrol harga mahal tersebut pertama kali diunggah oleh akun @IndoPetani pada tanggal 12 November lalu. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa ciplukan dalam foto tersebut bukan dari Indonesia melainkan diimpor. Wah wah! Emang laku ya?

Ok 👌 ! 
Mari kita simak informasi berikut ini
__________



DULU buah ceplukan atau ciplukan dianggap ecek-ecek alias tak bermanfaat. Maklum, tanaman ini dianggap tanaman liar. Belakangan, ceplukan mulai diburu. Bahkan, harganya selangit.

Misal, di Brunei sebiji ceplukan bisa mencapai Rp 10 ribu. Sementara di mal di kota besar di Jakarta sekilonya sekitar Rp 500 ribu.

Di Indonesia ceplukan ini bisa dijumpai di banyak daerah. Tanaman ini tumbuh liar di lahan kosong, pekarangan rumah, atau tempat lain yang tanahnya tidak becek, baik di dataran rendah maupun tinggi.

Di Bali dikenal dengan ciciplukan, sedangkan di Madura dikenal dengan nyor-nyoran. Lain lagi di Jawa Barat (cecenetan), di Jawa Tengah (ceplukan), dan masih banyak lagi nama daerah lainnya.

Terna semusim yang tingginya hanya 10-80 cm ini bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika tropika.

Ia didatangkan oleh orang Spanyol pada zaman penjajahan abad XVII, ketika orang VOC masih merajalela bersaing dengan orang Spanyol dan Portugis menjajah bangsa kita.

Diduga yang berkenalan pertama kali dengan tanaman bawaan ini ialah orang Maluku (yang menyebutnya daun boba), dan Minahasa (yang menyebutnya leietokan), karena merekalah yang pertama kali dilanda penjajah Spanyol dari Filipina.

Dari Maluku, ada yang kemudian mengenalkannya ke Jakarta (sebagai cecenet), Jepara (sebagai ceplukan), Bali (keceplokan), dan Lombok (dededes). Dari Jakarta baru diperkenalkan ke Sumatra Timur (sebagai leletop).

***
CEPLUKAN atau ciplukan adalah nama sejenis buah kecil, yang ketika masak tertutup oleh perbesaran kelopak bunga. Buah ini juga dikenal dengan pelbagai nama daerah seperti cecenet atau cecendet, nyurnyuran, dan kopok-kopokan.

Herba berumur satu tahun, tegak, tinggi s/d 1 m. Batang berusuk (=angulata) bersegi tajam dan berongga. Daun berbentuk bundar telur memanjang berujung runcing, dengan tepi rata atau tidak, 2,5-10,5 × 5–15 cm.

Bunga di ketiak, dengan tangkai yang tegak, keunguan, dan dengan ujung yang mengangguk. Kelopak berbagi lima, dengan taju yang bersudut tiga dan meruncing, hijau dengan rusuk keunguan.

Mahkota serupa lonceng, berlekuk lima dangkal, kuning muda dengan noda kuning tua dan kecoklatan di leher bagian dalam, 7–9 mm tingginya. Tangkai sari kuning pucat dengan kepala sari biru muda.

Buah dalam bungkus kelopak yang menggelembung berbentuk telur berujung meruncing, hijau muda kekuningan, dengan rusuk keunguan, 2–4 cm panjangnya. Buah buni di dalamnya bulat memanjang, 1,5–2 cm, kekuningan jika masak, manis dan disukai anak-anak.

Umumnya tumbuh liar, ceplukan biasa didapati bercampur dengan herba dan semak lainnya di kebun, tegalan, sawah yang mengering, tepi jalan, tepi hutan dan bagian-bagian hutan yang terbuka disinari terik matahari.

Buahnya digemari anak-anak. Seluruh bagian tumbuhan, dari daun sampai akar dan biasanya dikeringkan lebih dulu, digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional.

Jika dahulu ciplukan hanya dianggap sebagai tanaman liar yang tidak memiliki manfaat, tentunya bukan tanpa alasan ciplukan kini banyak diperjualbelikan.

Di beberapa negara, ciplukan dijadikan sebagai garnish untuk berbagai hidangan. Di sisi lain, ciplukan juga banyak diminati karena dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Manfaat ciplukan untuk kesehatan ini tentunya tidak lepas dari kandungan senyawa yang ada dalam tanaman ciplukan.

Kandungan tersebut antara lain seperti seperti saponin, flavonoid, polifenol (dalam bantuk tanin), alkaloid, kriptoxantin, vitamin C, asam stearat, asam sitrat, asam palmitat, asam malat, dan fisalin. Hampir semua bagian tanaman ciplukan dapat dimanfaatkan mulai dari buah, daun, akar, hingga batangnya.

Manfaat Ciplukan

Mahalnya harga buah ceplukan, bisa jadi karena buah ini banyak manfaatnya buat kesehatan manusia.

Berdasarkan kandungan yang ada dalam tanaman ciplukan, berikut adalah beberapa manfaat dari ciplukan yang dapat Anda rasakan.

1. Mengatasi gejala penyakit Parkinson
Penyakit parkinson merupakan penyakit yang disebabkankan oleh adanya gangguan pada sistem saraf pusat yang memberikan pengaruh pada gerak tubuh. Salah satu gejala parkinson adalah tremor pada salah satu tangan. Konsumsi jus ciplukan secara rutin dipercaya dapat menurunkan gejala tremor tersebut.

2. Menurunkan kolesterol
Jika Anda merasakan gejala seperti sering kesemutan, nyeri leher dan punggung, mudah lelah, hilang keseimbangan, ketidakstabilan emosi, hingga pembengkakan, Anda perlu waspada karena gejala tersebut mungkin mengindikasikan tingginya kolesterol dalam tubuh.

Masalah kolesterol memang merupakan salah satu masalah yang paling banyak ditemui di masyarakat.

Tingginya kolesterol jahat di dalam tubuh perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung koroner hingga stroke. Agar dapat terhindar dari penyakit berbahaya tersebut, Anda bisa mengonsumsi ciplukan untuk membantu menetralkan kadar kolesterol dalam tubuh.

3. Penyakit kuning
Penyakit kuning adalah penyakit yang menyebabkan perubahan warna kulit menjadi kuning akiibat tingginya kadar zat bilirubin dalam darah. Penyakit ini umumnya dialami bayi, terutama yang baru lahir, tetapi dalam beberapa kondisi juga bisa menyerang orang dewasa.

Kandungan senyawa antioksidan seperti fisalin, saponin, flavonoid, dan polifenol yang ada di dalam ciplukan dipercaya dapat membantu mengatasi penyakit kuning ini.

4. Mengatasi epilepsi
Penyakit epilepsi disebabkan oleh tertanggunnya aktivitas sel saraf di otak sehingga menyebabkan penderita mengalami kejang. Penyebab epilepsi bermacam-macam bisa akibat faktor genetik atau cedera otak akibat trauma. Gejala epilepsi akibat genetik bisa terlihat sejak usia dini.

Pengobatan epilepsi dapat menggunakan obat-obatan maupun dengan cara diet tertentu. Sebagai pendamping terapi untuk epilepsi, Anda bisa mengonsumsi buah ciplukan sebanyak 8-10 buah per hari untuk menurunkan gejala.

5. Menurunkan kadar gula darah
Hiperglikemia atau kondisi tingginya kadar gula darah adalah kondisi yang umumnya dialami oleh penderita diabetes. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa daun ciplukan memiliki aktivitas anithiperglikemia sehingga dapat menurunkan kadar gula darah. Tanaman ciplukan bekerja langsung memengaruhi kerja insulin.

6. Menjaga kerja saluran kemih
Manfaat ciplukan selanjutnya adalah untuk menjaga kerja saluran kemih. Ciplukan dapat menjadi salah satu obat diuretik yang dapat memperlancar buang air kecil, mencegah infeksi saluran kemih, dan juga mencegah batu kandung kemih.

Sumber lain juga menyatakan bahwa daun ciplukan memiliki manfaat untuk menyembuhkan kencing nanah atau gonore.

7. Mengatasi infeksi kulit
Infeksi kulit yang menyebabkan luka terbuka di kulit biasa disebut dengan borok. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari infeksi bakteri hingga kondisi tertentu seperti diabetes. Daun ciplukan bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi borok. Hal ini disebabkan karena beberapa kandungan tanaman ciplukan memiliki sifat antiinflamasi.

Cara menggunakannya sangat mudah yaitu hanya dengan membalurkan luka dengan daun ciplukan yang sudah ditumbuk hingga halus. Tunggu daun hingga menyerap ke kulit, lalu kemudian bilas dengan air bersih. Selain mengobati infeksi kulit terbuka, Anda juga bisa mencoba mengobati bisul dengan resep yang sama.

8. Obat nyeri untuk penyakit lupus
Manfaat ciplukan selanjutnya adalah sebagai obat pereda nyeri. Selain memiliki sifat antihiperglikemik dan juga antiinflamasi, ciplukan ternyata juga memiliki efek analgesik atau antinyeri. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan bahkan bisa mengatasi nyeri yang dirasakan oleh penderita penyakit lupus.

9. Mengatasi nyeri sendi dan rematik
Masih tentang manfaat ciplukan sebagai obat nyeri, ciplukan juga dapat dicoba untuk mengatasi nyeri sendi dan rematik.

Cara mengetasi nyeri sendi dan rematik dengan ciplukan adalah dengan menggunakan daun ciplukan untuk mengompres bagian yang terasa nyeri. Tumbuk daun ciplukan dan campurkan dengan sedikit kapur sirih, baru kemudian balurkan ke tubuh.

10. Mengatasi beberapa masalah saluran pernapasan
Terdapat beberapa manfaat ciplukan untuk saluran pernapasan. Mengonsumsi air rebusan daun ciplukan secara rutin diklaim mampu untuk mencegah asma kambuh.

Selain itu, kandungan antibakteri dalam tanaman ciplukan juga dipercaya dapat mencegah perkembangan bakteri penyebab tuberkulosis atau TBC. Manfaat ciplukan lainnya untuk saluran pernapasan adalah dapat mencegah penyakit paru-paru basah.

11. Sebagai obat penambah darah
Ciplukan atau cecendet juga dipercaya mampu menjadi obat penambah darah. Jika Anda mengalami gejala seperti lelah, pusing, limbung, sesak nafas, dan detak jantung cepat, kemungkinan Anda terserang Anemia.

Meminum rebusan daun ciplukan dipercaya dapat meningkatkan produksi sel darah merah sehingga gejala tersebut dapat teratasi.

Itu dia beberapa manfaat ciplukan yang paling populer. Penggunaan tanaman herbal untuk mengobati berbagai penyakit memang dianggap lebih ekonomis dan juga lebih minim risiko. Hingga saat ini juga belum ditemukan efek samping dari penggunaan tanaman ciplukan untuk obat.

Meskipun begitu, jika Anda sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda tentang penggunaan ciplukan sebagai pengobatan pendamping. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya interaksi obat yang bisa menurunkan efektivitas obat. Selamat mencoba dan Semoga Bermanfaat 
(Sumber: doktersehat.com)




Mari Sebar luaskan kabar baik ini, dengan cara membagikan atau mengklik tombol Berbagi dibawah. 

06 Desember 2019

ANDA AKAN TERCENGANG JIKA TAHU PEMBASMI KANKER LEBIH MUJARRAB 10.000 X LIPAT DARI KEMO TERAPY.

OBAT KANKER SELAMA BERTAHUN-TAHUN DIRAHASIAKAN 10.000 X LIPAT DARI KEMO TERAPY.

OBAT TERSEBUT ADA DISEKITAR KITA.
Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya.


Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.


Buah Sirsak dan Daun Sirsak,
Tapi Mengapa Kita Tidak Tahu?
Karena salah satu perusahaan dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat-rapatnya, mereka ingin dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon ini. Pohonnya pendek, di brazil dinamai “Graviola” , di Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya “soursop”. Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis-kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor atau kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah Sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit atau cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik. 

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi masyarakat Amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.

Fakta yang mencengangkan adalah: jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa-masa yang akan datang.

Riset Membuktikan “Pohon Ajaib” dan Buahnya ini Mampu:
  1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, ataupun rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
  2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
  3. Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan atau penyembuhan.
  4. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika.

Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak (sari) buah ini adalah secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.

Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.

Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel-sel sehat.

Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini? Karena begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini.

 Ternyata beberapa bagian dari pohon ini, yakni kulit, akar, daun, daging buah dan bijinya selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik.

Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan.

Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.
Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini.

Mengapa? 
Karena dibawah undang-undang federal sumber bahan alami untuk obat DILARANG/TIDAK BISA dipatenkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa (kloning) dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.

Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak dapat di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar berangsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang ilmuwan dari tim riset yang tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. 
Dengan mengorbankan karirnya, ia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan-bahan alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976.
Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independen yang berbeda.

Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh ataupun terganggu. 

Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif seperti rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker prostat, pankreas, dan paru-paru.

Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini ditemukan juga, melalui informasi dari lembaga-lembaga tersebut di atas. 

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.

Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker. 

Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti temoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh sebagian sel sel yang normal.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.

Lihat Siapa Suka Saya,
Mari Sebar luaskan kabar baik ini, dengan cara membagikan atau mengklik tombol Berbagi dibawah.