Hendaknya muslim memperhatikan lisannya dengan sebaik-baik perhatian, menghindari perkataan batil, perkataan dusta, ghibah, adu domba dan perkataan keji. Ringkasnya, hendaklah ia menjaga lisannya dari segala hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Seseorang mungkin mengucapkan suatu kalimat yang akan mencelakakan hidupnya di dunia dan juga akhirat. Dan juga Mungkin juga ia mengucapkan suatu kalimat di mana dengan kalimat tersebut Allah akan mengangkatnya beberapa derajat. Dalil yang menunjukkannya adalah sabda beliau “sesungguhnya seorang hamba akan berbicara dengan kalimat yang dia memperoleh kejelesan di dalamnya, maka dia pun dijerumuskan dalam api nerska lebih baik jauh dari arah timur.”( HR. Al-Bukhari (no. 6477), dan lafazh di atas adalah riwayat beliau, Muslim (no. 2988) dan Ahmad (No. 870).
Sebagaimana suatu kalimat bisa menjadi penyebab kemungkaran Allah, maka demikian pula suatu kalimat bisa menjadi sabab pengangkatan derajat dan kebahagiaan.
Beliau Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba akan mengucapkan suatu kalimat dari keridhaan Allah di mana ia sama sekali tidak memperhatikannya, maka Allah mengangkatnya beberapa derajat karena kalimat tersebut . Dan, sesungguhnya seorang hamba akan mengucapkan suatu kalimat dari kemurkaan Allah yang dia sama sekali tidak menyadarinya hingga dia dicampakkan kedalam neraka jahannam”.
Jadi, diwajibkan bagi seorang muslim untuk menjaga lisan dan kemaluannya dari hal-hal yang Allah haramkan dalam rangka mencari Keridhaan-Nya, dan berharap merai pahala dari-Nya. Dan, hal itu mudah bagi siapa yang Allah Mudahkan.
Faidah:
Ath-Thaibi mengakatan (Tuhfatu; Ahwadzi (VII/75) dengan sedikit perubahan.) “LisanAdalah penerjamah hati penggantinya di bagian tubuh yang Nampak. Jika suatu perkara disandarkan kepadanya maka ia menjadi majaz dalam hokum. Seperti perkataan, ‘Dokter menyembuhkan seorang yang sakit.’ Al-Maidani berkata tentang sabda beliau, ‘Seseorang tergangtung kepada dua hal kecil yang ada pada dirinya, kedua hal tersebut adalah hati dan lisan’. Maknanya, kepribadian seseorang akan menjadi sempurna dengan dua hal- tersebut.
Bahan Bacaan: kitb Al-adab , Fuad bin Abdil Aziz Asy- Syalhub, penerjemah: Abu zakaria al-atsary “Kumpulan AdabIslami”.


