Saya kemarin nemu diberanda,komentar yg mengatakan "Sebelum itu suami poligami coba istri selingkuhi dulu,bagaimana perasaannya,pasti sakit"
Kemudian ada komentar "Hanya wanita yg tdk sehat yg mau dipoligami" Eeehhh👋 Para shahabiyah dipoligami,para istri² Rasulullah dipoligami yg kamu tak bisa pungkiri bahwa mereka adalah ummul mukminin di syurga dan kamu mengatakan mereka tdk sehat?
Mungkin kadar kesottaan dlm dirimu yg terlalu tinggi sayang..
MaasyaAllah😅
Bagaimana mungkin kemaksiatan kamu bungkus kedalam syari'at sunnah itu?
Andai Amirul mukminin Umar bin KHattab Rhadiyallahu Anhu hidup,mungkin acungan pedangnya sdh menggolok ke lehermu..😖
Poligami itu terhormat,menyelamatkan dan membantu sedangkan selingkuh adalah perbuatan yg dipenuhi syahwat yg dilaknat oleh ALLAH Azza wa jalla..tetapi..ada banyak ikhwah yg merusak citra poligami itu sendiri,meneriakkan Sunnahh..sunnah tetapi mencari yg cantik,putih,mulus,dan lebih muda😅 beda yaa..jika karena nafsu
Rasulullah shallallahu Alaihi wasallam punya banyak istri tapi tak satupun istri yg menyatakan penyesalannya diperistri Rasulullah,mengapa? Karena beliau Adil mmperlakukan istri²nya,kemudian niat beliau bukan karena syahwat..
Jadi..jika menemukan seseorang yg berpoligami namun tdk bsa adil dan tujuannya berbeda maka benci perilakuuunya ! Bukan benci orangnya ataupun syariat poligaminya..fahimtunna?
Saya tidak mampu seperti para mereka yg IkhlasAlallah dipoligami,saya tidak mampu seperti para Ummul mukminin dan para shahabiyah Rhadiyallahu Anha,tetapi saya mengapresiasi dan iri kepada mereka yg begitu mampu melakukan itu dengan Thashihunniyah semata mata mengharap ridho ALLAH Robbul izzati..MaasyaAllah Tabaraqallah
#dakwahtabligh
#dakwahmasturoh
Siapa sangka, dibalik pro dan kontra, ternyata poligami banyak peminatnya. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan di gurusiana. Belakangan ini, tulisan masalah poligami semakin “ramai” saja.
Yang paling up date adalah tulisan pak Mulya sang guru geografi di MAN 2 Tangerang. Kajian poligami berdasarkan data demografi. Data ini, fakta yang tidak bisa dipungkiri.
Setelah itu, bunda Rini Yuliati langsung meramunya menjadi satu tulisan bertajuk “Sejujurnya Aku Tidak Rela untuk Berbagi Suami Dengannya”. Komentar pun beraneka ragam. Itu menandakan poligami banyak peminatnya. Paling tidak minat baca…hehehe.
Dengan data “demografi” yang ditampilkan guru geografi di Manduta tersebut, alasan poligami sangat masuk akal dan diterima logika. Tetapi karena poligami juga menyangkut masalah “rasa”, maka berbagai “rasa” bercampur di situ. Manis, asam asin, juga pahit atau bahkan hambar. Nano nano lah jadinya.
Poligami pastinya terasa akan berbeda jika dipandang dari sudut pandang dan cara pandang yang berbeda pula. Namun yang jelas, dari mana atau bagaimanapun kita memandang, kita tidak boleh gegabah mengemukakan “rasa” yang ada.
Biarkan apa yang kita rasakan tetap dalam bimbingan dan ridho-Nya semata. Karena Dia sang Alimul Hakiim, yang maha mengetahui lagi maha bijaksana atas semua yang diciptakan-Nya. Termasuk apa yang difirmankan-Nya didalam surat An Nisa ayat 3.
Wallahu a’lam bishowab



Tidak ada komentar:
Posting Komentar